Rabu, 07 Desember 2011

Struktur Logis Penulisan Sejarah

Penulisan sejarah atau dikenal dengan istilah historiografi merupakan tahap akhir dari metode sejarah. Tahap ini dilakukan setelah tahap heuristik atau pengumpulan sumber, analisis sumber dan penafsiran dilakukan. Prof.Dr. Sartono Kartodidjo dalam bukunya Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah (1993: 60-62) menyebutkan bahwa dalam penyusunan sebuah cerita sejarah ada beberapa prinsip  yang harus diperhatikan, yaitu antara lain:
  1. kejadian-kejadian diceritakan dalam urutan kronologis dari awal sampai akhir. Beberapa peristiwa juga perlu diatur menurut urutan kronologis;
  2. dari sekelompok fakta (peristiwa) perlu ada penentuan fakta kausal (penyebab) – fakta peristiwa – fakta penyebab;
  3. bila uraian berupa deskriptif-naratif, maka perlu ada proses serialisasi, ialah mengurutkan peristiwa-peristiwa berdasarkan prinsip-prinsip di atas;
  4. dua peristiwa atau lebih yang terjadi secara bersamaan perlu dituturkan secara terpisah;
  5. apabila satu peristiwa sangat kompleks, terjadi atas banyak kejadian kecil, maka perlu dikoreksi mana yang perlu disoroti karena dipandang penting;
  6.  unit waktu dan unit ruang dapat dibagi atas sub unit tanpa menghilangkan kaitannya atau dalam kerangka umum suasana terjadinya;
  7. untuk memberi struktur pada waktu maka perlu dilakukan periodisasi waktu berdasarkan kriteria tertentu, seperti ciri-ciri khas yang ada pada periode tertentu;
  8. suatu peristiwa dengan lingkup waktu dan ruang yang cukup besar sering memerlukan pembabakan atau episode-episode, seperti gerakan sosial tentu mengalami masa awal penuh keresahan sosial, munculnya pemimpin dan ideologi, masa akselerasi politik, konfrontasi dan masa reda;
  9. perkembangan ekonomi sering memperlihatkan garis pasung-surut, semacam gelombang yang lajim disebut konjunktur. Di samping itu, perubahan sosial makan waktu lebih lama sebelum tampak jelas perubahan strukturalnya. Perubahan yang radikal, total dan mendesak lebih tepat disebut revolusi. Yang jelas ialah bahwa perkembangan historis mempunyai iramanya sendiri, secara esensial berbeda dengan perkembangan evolusioner menurut teori evolusi;
  10. dalam perkembangan metodologi sejarah mutakhir ternyata pengkajian sejarah tidak lagi semata-mata membuat deskripsi-naratif tetapi lebih banyak menyusun deskripsi-analisis.

Dalam melaksanakan proses penulisan, satu hal yang juga penting untuk diperhatikan adalah pemakaian pendekatan.  Pada umumnya pendekatan yang dipakai harus bersifat multidimensional sehingga pembahasannya lebih bulat dan utuh. Pendekatan multidimensional ini juga penting untuk menghindarkan dari determinisme tertentu yang hanya memandang bahwa satu peristiwa atau permasalahan seolah-olah hanya disebabkan oleh satu faktor tertentu saja. 

Tidak ada komentar: